Media Copywriting Tradisional
Media tradisional telah menjadi media utama untuk beriklan sebelum internet berkembang. Media ini terdiri dari:
Media Cetak: Seperti majalah, brosur, koran, pamflet, booklet, dan katalog.
Iklan Display: Iklan yang mencakup copy dan desain visual. Panjang copy bergantung pada ukuran iklan, dan cenderung mengadopsi prinsip KISS (Keep it Short and Simple).
Advertorial: Teks promosi yang dikemas seperti artikel jurnalistik. Copy-nya cenderung lebih panjang dan bersifat soft selling.
Media Penyiaran: Mencakup TV dan Radio. Media ini cenderung mengedepankan storytelling yang kuat untuk menarik perhatian target konsumen, terutama melalui sisi emosional.
Media Luar Ruang: Seperti billboard, poster, dan banner di tempat umum atau transportasi. Copy-nya lebih ringkas, biasanya 5-6 kata, dan lebih menonjolkan headline atau visual yang menarik daripada detail produk.
Media Copywriting Digital
Media Digital: Mencakup Display ad atau banner dan web copy.
Advertorial/Web Copy: Jumlah katanya 50% lebih ringkas dibandingkan advertorial media cetak. Untuk meningkatkan traffic kunjungan, web copy mengaplikasikan SEO. Hal-hal yang memengaruhi SEO meliputi judul atau topik, serta 100 kata pertama di paragraf pertama yang harus relevan dengan isi dan mengandung kata kunci.
Media Sosial: Seperti Facebook, Twitter, dan Instagram.
Display Ad: Copy dan desain harus eye-catchy. Jumlah kata idealnya 25 karakter untuk headline dan 90 karakter untuk body copy.
Email Marketing: Copy-nya harus ringkas dan tidak bertele-tele. Jumlah kata ideal untuk subjek email adalah sekitar 41 karakter atau 7 kata, sedangkan body email idealnya maksimal 200 kata. Metrik pentingnya adalah open rate dan Click Through Rate (CTR).
Push Notification: Singkat, padat, dan jelas karena ruang yang terbatas. Panjang headline sekitar 5-6 kata dan body copy sekitar 10-15 kata.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar